Cerita Lucu, Gokil Asal Usul Desa Jinggotan




Distributor Pulsa Electrik Termurah

Cerita Lucu, Gokil Asal Usul Desa Jinggotan - Disuatu desa tinggal seorang pasangan suami istri. Mereka bernama Sarwo dan Sarmi . Mereka mempunyai tiga orang anak laki-laki. Mereka adalah orang yang paling kaya di desa tersebut. Mereka memiliki rumah kayu yang besar, megah, indah dan juga memiliki kebun yang sangat luas. Dilihat dari fisiknya sarwo adalah seorang yang gagah dan berjenggot panjang. Tidak hanya ayahnya yang berjenggot panjang kedua anaknya yang sudah dewasa berjenggot panjang dan lebat juga. Hanya ada satu anaknya yang tidak berjenggot karena ia masih kecil. Ia bernama Jin. Ia baru berusia sembilan tahun.


Suatu hari sarwo mengajak Jin untuk berburu kehutan. Hutannya sangat jauh dari desanya sehingga dia pergi naik seekor kuda peliharaannya. Sesampainya Sarwa dan Jin disana, terlihat segerombolan rusa sedang makan rumput. Rasa tidak sabar membuat sarwo memutuskan untuk menangkapnya segera. Sarwo mulai membidik rusa itu dengan panah tetapi setelah busur dilepaskan, tidak satupun rusa yang terkena busurnya. Rusa itu merasa terusik sehingga lari. Sarwo terus mengikut kemana rusa itu lari. Setelah cukup lama rusa itu berhenti dan melanjutkan makan rumput. Sarwo kembali memanah rusa tersebut dengan busur yang terakhir. Kini sudah ke-7 kalinya busur yang ia lepaskan tidak mengenai sasaran. Dia berharap kali ini dia mendapatkannya. Akhirnya sarwo mendapatkan buruan, rusa yang cukup besar tertangkap juga. Sarwo terkejut tiba-tiba anak yang dia ajak berburu tidak ada dibelakangnya, Jin hilang. Sarwo berputar-putar mengelilingi hutan sambil berteriak "Jin, dimana kamu?". Hari berganti malam Jin belum juga ketemu. Sarwo pulang dengan hati sedih sambil membawa seekor rusa. Sesampainya dirumah Sarmi bertanya kepada Sarwo " Mengapa hingga malam kamu baru pulang dan dimana Jin ?" Sarwo menjawab: " jin hilang dihutan. Kabar tersebut membuat istri dan kedua anaknya sedih.

Dihutan Jin ditemukan seorang kakek yang tinggal ditengah hutan. kakek itu menemukan Jin dalam keadaan sedang menangis dan ketakutan. kakek bertanya kepada Jin "Mengapa kamu menangis, nak ?". Jin menjawab :" saya kehilangan ayah saya dihutan ini dan saya tidak tahu jalan pulang kerumah. Kebetulan kakek tersebut sudah lama ditinggal istrinya sehingga merayu Jin supaya tinggal bersamanya.

Setelah 9 tahun sejak Jin menghilang, seorang laki-laki datang kerumah Sarwo . Ia mengaku sebagai anaknya. Ia mempunyai jenggot panjang. Keluarga jin senang atas kehadirannya. Keluarga Sarwo percaya dia adalah anaknya yang telah hilang dihutan thun lalu. Kepercayaan tersebut didasarkan pada pada jenggotnya yang lebat dan panjang. Itu sangat cocok dengan ciri khas keluarga Sarwo. Jin palsu ini sengaja ingin menjadi Jin karena dia mempunyai niat jahat yaitu ingin menguasai harta kekayaan milik Sarwo. Keluarga Sarwo merasa ada yang berubah dengan sikap Jin sekarang. Dia malas dan suka berbuat kasar tidak seperti Jin yang dulu. pada suatu malam saat makan malam akan dimulai. Dia berniat untuk membuanuh semua keluarga sarwo dengan memberi racun pada makanan yang mereka akan makan. Tetapi hal tersebut gagal dilakukannya. Racunnya jatuh tumpah ketanah semua ketika ia hendak menaburkan kemakanan tersebut.


Kini sudah sembilan tahun Jin tidak bertemu dengan keluarganya. Jin sudah besar usianya hampir dua puluh tahun. Jin memutuskan keluar hutan meninggalkan kakeknya untuk mencari keluarganya. Setelah lama mencari informasi tentang keluarganya. Sekarang dia berada disuatu desa tempat keluarganya tinggal. Didesa tersebut Jin bertanya kepada seseorang : "apakah kamu tahu dimana rumah sarwo?". Orang itu menjawab: "Ya, saya tahu. Rumahnya ada disamping pohon jati yang tinggi itu. Ia merasa yakin bahwa rumah yang besar dan bagus itu adalah rumahnya. Tetapi apa yang terjadi ? Keluarga Jin tidak Langsung percaya bahwa dia adalah Jin yang sebenarnya. Dirumah itU Jin melihat ada orang yang wajahnya hampir mirip dengannya . Jin tahu orang itu adalah orang yang telah menipu keluarganya. Sarwo benar-benar tidak percaya bahwa dia adalah anaknya bahkan menyuruh Jin pergi dari rumahnya. Jin menangis sambil berkata:" demi allah aku bersumpah, Saya adalah anakmu orang itu adalah penipu." mendengar ucapan itu hati sarwo menjadi terbuka, sehingga sarwo berkata ;" Saya akan percaya kepadamu jika kamu bisa menjawab pertanyaanku semua dengan benar. tetapi, jika kamu salah menjawabnya kamu akan mempunyai jenggot dan semakin banyak pertanyaan yang kamu jawab itu adalah salah maka jenggot kamu akan semakin panjang. Dan jika semua jawaban itu benar maka orang itu yang akan menerima resikonya." sepuluh pertanyaan dilontarkan kepadanya. Pertanyaan tersebut sangat sulit. Hanya Jin yang sebenarnya yang tahu. Tidak akan ada orang yang bisa menjawab pertanyaan tersebut kecuali dia. Ternyata memang benar anaknya. Dia mampu menjawab semua pertanyaan dengan benar. lalu si Jin palsu pun merasa malu telah ketahuan berbohong. Sebagai akibatnya jenggotnya bertambah panjang dan kaku sampai-sampai menyentuh tanah. Rasa sakit juga dirasakannya. Ternyata tidak hanya panjang tetapi sangat berat sekali hampir satu kilo berat jenggotnya. Dari kejadian itu maka diangkatlah sebuah nama jinggotan dalam desa tersebut.

Anda mencari Distibutor PULSA & KUOTA termurah ? disini tempatnya: Klik Disini.
Telusur Reload

http://bit.ly/dropshiplapaktelusur
Dapatkan artikel terbaru Telusur Tutorial via RSS. Masukkan alamat email anda di bawah ini lalu tekan subcribe:
Komentari



Bookmark and Share

Responses

3 Respones to "Cerita Lucu, Gokil Asal Usul Desa Jinggotan"

Ahmad Farid said...

Desa jinggotan adalah tempat aku dilahirkan


23 December 2011 at 23:43 Reply
Anonymous said...

Desa Jinggotan mana Ya itu ?


26 January 2012 at 22:36 Reply
Ala Muslim said...

Ini daftar makam wali lengkap di Jepara. Klik: Daftar 450 Makam Wali di Jepara


5 April 2018 at 12:48 Reply

Post a Comment

 
© 2012 Segawe Cyber - All Rights Reserved
Design by Mas Farid - Powered by Blogger
Return to top of page Copyright © 2012 | Juscinth Grey Template design by Segawe Cyber Team